Minggu, 27 September 2020

Story Of My Life

     Nama aku Aditya Dwi Wirasena biasanya aku dipanggil Adit di antara teman-temanku. Aku lahir di Makassar pada tanggal 6 Mei 2002. Sebenarnya aku bukan orang Makassar, tetapi ayahku pada saat itu sedang melakukan sebuah tugas pekerjaan di sana. Aku sekarang tinggal di Bandung tepatnya di daerah Cibeureum bersama keluargaku. Aku hanya memiliki satu kaka laki-laki yang memiliki perbedaan umur yang cukup jauh yaitu 5 tahun. Dulu aku bersekolah SMAN 3 Bandung yang lumayan memberiku pengalaman yang berarti untuk bisa melanjutkan pendidikanku lewat jalur SNMPTN di Institut Teknologi Bandung. 

    Aku sangat menyukai kegiatan yang berhubungan dengan berolahraga. Dari kecil aku sudah aktif bermain bola di sekolah dan juga kegiatan olahraga lainnya seperti berenang,tenis,tenis meja,bola basket, dan juga sepeda. Hampir semua olahraga aku jalanin karena aku suka untuk bergerak dan bermain bersama teman-temanku. Aku juga sangat suka menjalin hubungan bersama orang-orang baru karena aku sangat suka apabila memiliki teman baru karena aku mudah untuk bisa akrab dengan teman-temanku. Dalam bidang akademik aku suka untuk belajar hal-hal baru karena aku cukup rajin dan tekun dalam mengerjakan suatu hal sampai hal itu bisa tercapai. Jiwa kompetititfku juga cukup kuat karena dari kecil aku suka mengikuti lomba-lomba dan aku tidak mau kalah dalam sebuah kompetisi. Sayangnya, aku terkadang berbicara terlalu cepat jika lagi menjelaskan sesuatu jadi terkadang ada orang yang tidak memahami apa yang sedang aku bicarakan. Aku juga terkadang suka panik jikalau ada sesuatu yang terlewat atau ada yang tidak dikerjakan dengan baik. Aku juga mengalami ketidakstabilan emosi jadi kalau lagi tidak sabar terhadap sesuatu aku suka memaksakan sampe hal yang aku inginkan tercapai.

    Impianku yang sudah aku rencanakan dari sekarang adalah bisa lulus dengan TPB dengan baik dan berhasil masuk teknik sipil ITB 2020. Setelah itu aku ingin aktif di berbagai organisasi dan juga kepanitiaan agar bisa mendapat pengalaman yang banyak di masa kuliahku nanti. Setelah lulus dari teknik sipil aku ingin bekerja di bidang konstruksi seperti PT.Jasamarga,PT.Wika, atau Kementerian Pekerjaan Umum di sana aku ingin banyak mendapatkan pengalaman kerja selama 2 tahun. Setelah itu aku ingin melanjutkan S2ku di Amerika tepatnya di Harvard Business School. Sebelum itu aku ingin ikut kursus bahasa Inggris sehingga aku bisa menguasai bahasa Inggris sebagai bekalku di sana. Aku ingin kuliah S2 di bidang bisnis karena aku ingin membangun usaha setelah aku kuliah di sana. Setelah 1 tahun menjalankan pendidikan di sana aku ingin menetap di sana sebentar untuk mencari pengalaman kerja lagi di sana. Setelah itu aku ingin kembali ke Indonesia untuk membangun beberapa usaha di bidang properti, cafe, dan restaurant. Aku ingin menjadi salah satu pejabat di PT.Wika karena bergerak di bidang konstruksi. Aku juga ingin menjadi Menteri Pembangunan Indonesia 2039 karena aku ingin memberi kontribusi nyata untuk membangun Indonesia di masa depan.

Minggu, 20 September 2020

Permasalahan Kepadatan Penduduk di Indonesia dari Segi VUCA

     Pada zaman sekarang yang semakin maju dan arus globalisasi yang sudah mendunia menambah masalah di kehidupan manusia. Semakin padatnya penduduk yang sangat tidak terkontrol merupakan masalah yang tidak bisa dihindarkan. Kepadatan penduduk di Indonesia khususnya sangat memprihatinkan dan sudah sangat membludak. Masalah ini apabila dibiarkan dapat menyebabkan masalah-masalah lain yang dapat merambat ke aspek-aspek lain. Dari kacamata VUCA, kepadatan penduduk dapat dibahas secara terperinci di bawah ini:

Volatility     : Kepadatan Indonesia yang sangat meledak tanpa diiringi dengan program KB yang merata membuat kepadatan di Indonesia menjadi berubah sangat cepat dan juga jumlah yang sangat besar.

Uncertainity : Penduduk Indonesia yang sangat banyak dan terus bertambah secara eksponensial membuat pihak pemerintah juga sangat kewalahan karena bertumpuknya penduduk di Pulau Jawa dan pemerataan kependudukan yang sangat sulit karena penduduk Indonesia ingin hidup di Pulau Jawa.

Complexity : Permasalahan kependudukan yang sangat rumit membuat masalah ini tidak akan selesai-selesai karena di satu sisi pemerintah ini melakukan pemerataan penduduk di seluruh Indonesia namun di sisi lain kesadaran masyarakat yang sangat kurang membuat program pemerintah tidak terwujud.

Ambiguity   : Keinginan pemerintah dan masyarakat yang berbeda membuat masalah ini sulit untuk dipecahkan.

    Luasnya wilayah yang dimiliki Indonesia tidak sebanding dengan pemerataan penduduknya. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Jakarta sebagai ibukota memiliki pertambahan jumlah penduduk yang signifikan setiap tahunnya. Hal ini tidak sebanding dengan kota-kota di wilayah timur yang jumlah penduduknya masih sangat sedikit di beberapa wilayah. Maka dari itu, saat ini pemerintah juga sedang menggalakkan program transmigrasi demi persebaran penduduk yang lebih merata. Akibat lainnya juga yaitu banyaknya pengangguran terutama di Pulau Jawa karena jumlah lapangan pekerjaan yang sangat tidak seporsi dengan jumlah penduduk yang ada.

    Ada solusi-solusi yang mungkin bisa membuat kepadatan penduduk ini bisa dikontrol dengan baik oleh pemerintah:

1. Pemerintah memberi stimulus pada masyarakat seperti tanah dan uang agar mau pindah ke tempat yang masih sepi penduduk (transmigrasi).

2. Pemerintah lebih tegas lagi tentang program KB agar bisa terlaksana dengan baik.

3.Pemerintah mulai melakukan program pemerataan lapangan kerja. Misalnya pabrik-pabrik sekarang dibangun di luar Pulau Jawa saja, pembukaan perkebunan atau lahan pertanian baru untuk diolah supaya orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan bisa lebih produktif dalam mengolah lahan.

    Sebagai warga Indonesia sudah sebaiknya kita mendukung program-program yang sudah dicanangkan pemerintah karena pemerintah pasti ingin yang terbaik untuk bangsa ini. Sudah sepantasnya juga kita mengetahui sebab-akibat dari kepadatan penduduk agar kita bisa membantu meredakan masalah ini.

Kecanduan Game Online Mempengaruhi Akademis Mahasiswa

 [Tugas Tantangan Masa Depan] Nama : Aditya Dwi Wirasena NIM : 16620166 Fakultas : FTSL Kelompok : 111 Kecanduan Game Online Kecanduan Game ...